APA SIH ALASANMU KELUAR DARI SEMINARI??

October 10, 2010 Leave a comment

Edi Silferius

Saya tamat 2001 angkatan 1997. Saya tamat tepat waktu empat tahun (HE HE HE HE).
AWALNYA saya memang niat jadi pastor, tapi AKHIRNYA keluar juga setelah tamat.
ALASANKU??SEDERHANA
Tidak mau lanjut lagi tapi akhirnya juga sempat nyesal beberapa saat kemudian yakin lagi nyesal lagi dan YAKIN terus. Ternyata banyak hal yang bisa dilakukan yang tidak kalah pentingnya dengan jadi pastor. kayakknya gitu. GIMANA??
banyak salam hangat
edi s

Arthur Massora

aLasan kluar dr seminari ??? banyak…misalnya; tiap hr selalu makan tahu, bangun juam 5 pagi padahal masih mengantuk, selalu dpt penyakit beri2,gk bisa dipungkiri jg kLo sy it sering berkelahi > etc..
ya mudah2n anak2 seminari skrg gk spt yg sy alami wkt it..lebih dari setahun yang lalu

permalink

Categories: Post Member

mediakatolik – search engine

May 23, 2008 Leave a comment
Media Katolik

Search Engine Media Katolik adalah BETA search engine yang sudah berjalan lebih dari 1 tahun dengan konten internet web/ milis-milis Katolik yang berbahasa Indonesia. Search Engine Media Katolik hanya akan membawakan hasil dari data base indexing atau crawl Robot kami “MEKABOT” atau artikel-artikel yang terdapat dari dan dalam banyak milis-milis Katolik berbahasa Indonesia. Bila anda ingin memasang Kotak Search engine Media Katolik dihalaman web anda silahkan gunakan script kami.

Slamat Tahun Baru 2008

December 29, 2007 Leave a comment

UNTUK seluruh seminari…..

http://www.myspacegraphicsandanimations.com/images/yellowsnowman-sml.gif

Slamat Tahun Baru 2008

moga2 apa yang dah loe rencanakan untuk taun ini, bisa terkabul semuanya hehehe :)

Merry Christmas 2007

December 23, 2007 Leave a comment

free image hosting
merry christmas :)

Sejarah Natal

December 15, 2007 Leave a comment

Sumber: Tak Diketahui
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kadang-kadang kata Christmas disingkat menjadi Xmas. Tradisi ini diawali oleh Gereja Kristen terdahulu. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus (Yesus). Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Tidak ada yang tahu tanggal berapa tepatnya hari lahir Kristus, namun kebanyakan orang Kristen memperingati Hari Natal pada tanggal 25 Desember. Pada hari itu, banyak yang pergi ke gereja untuk mengikuti perayaan keagamaan khusus. Selama masa Natal, mereka bertukar kado dan menghiasi rumah mereka dengan daun holly, mistletoe, dan pohon Natal.

SEJARAH DAN PERAYAAN NATAL DI MASA LALU
Kisah Natal berasal dari Injil Santo Lukas dan Santo Matius dalam Perjanjian Baru. Menurut Lukas, seorang malaikat memunculkan diri kepada para gembala di luar kota Betlehem dan mengabari mereka tentang lahirnya Yesus. Matius juga menceritakan bagaimana orang-orang bijak, yang disebut para majus, mengikuti bintang terang yang menunjukkan kepada mereka di mana Yesus berada.

Catatan pertama peringatan hari Natal adalah tahun 336 Sesudah Masehi pada kalender Romawi kuno, yaitu pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir (bukan Kristen) pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Pada akhir tahun 300-an Masehi agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.

Di tahun 1100 Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa, di banyak negara-negara di Eropa dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa Reformasi, suatu gerakan keagamaan di tahun 1500-an . Gerakan ini melahirkan agama Protestan. Pada masa Reformasi, banyak orang Kristen yang mulai menyebut Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah.

Pada tahun 1600-an, karena adanya perasaan tidak enak itu, Natal dilarang di Inggris dan banyak koloni Inggris di Amerika. Namun, masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado dan tak lama kemudian kembali kepada kebiasaan semula. Pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi semakin penting untuk berbagai bisnis.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

PERAYAAN KEAGAMAAN
Bagi kebanyakan orang Kristen, masa Xmas mulai pada hari Minggu yang paling dekat dengan tanggal 30 November. Hari ini adalah hari raya Santo Andreas, salah satu dari keduabelas rasul Kristus. Hari Minggu tersebut disebut hari pertama masa Adven, yaitu masa 4 minggu saat umat Kristiani mempersiapkan perayaan Natal. Kata adven berarti datang, dan mengacu pada kedatangan Yesus pada hari Natal.

Untuk merayakan masa Adven, empat buah lilin, masing-masing melambangkan hari Minggu dalam masa Adven, diletakkan dalam suatu lingkaran daun-daunan. Pada hari Minggu pertama, keluarga menyalakan satu lilin dan bersatu dalam doa. Mereka mengulangi kegiatan ini setiap hari Minggu dalam masa Adven, dengan menambahkan satu lilin lagi setiap kalinya. Sebuah lilin merah besar yang melambangkan Yesus, ditambahkan pada lingkaran daun-daunan itu pada Hari Natal.

Untuk kebanyakan umat Kristiani, masa Adven memuncak pada Misa tengah malam atau peringatan keagamaan lain pada malam sebelum Natal (Malam Natal), tanggal 24 Desember. Gereja-gereja dihiasi dengan lilin, lampu, dan daun-daunan hijau dan bunga pointsettia. Kebanyakan gereja juga mengadakan perayaan pada hari Natal. Masa Natal berakhir pada hari Epifani, tanggal 6 Januari. Untuk gereja Kristen Barat, Epifani adalah datangnya para majus di hadirat bayi Yesus. Menurut umat Kristen Timur, hari tersebut adalah perayaan pembaptisan Kristus. Epifani jatuh 12 hari setelah hari Natal.

TUKAR MENUKAR KADO
Kebiasaan untuk tukar menukar kado pada sanak-saudara dan teman-teman pada hari khusus di musim dingin kemungkinan bermula di Romawi Kuno dan Eropa Utara. Di daerah-daerah tersebut, orang-orang memberikan hadiah pada satu sama lain sebagai bagian dari perayaan akhir tahun.
Pada tahun 1100, di banyak negara-negara Eropa, Santo Nikolas menjadi lambang usaha saling memberi. Menurut legenda, Santo Nikolas membawakan hadiah-hadiah untuk anak-anak pada malam sebelum perayaannya, tanggal 6 Desember. Tokoh-tokoh yang bukan keagamaan menggantikan Santo Nikolas di berbagai negara tak lama setelah reformasi, dan tanggal 25 Desember menjadi hari untuk tukar-menukar kado. Kini di Amerika Serikat, Santa Claus membawakan hadiah untuk anak-anak.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

MALAM NATAL 24 Desember , Hari libur keagamaan dan sekuler.
Karena pada dasarnya malam Natal adalah hari raya keagamaan, hari tersebut tidak dianggap sebagai hari libur resmi. Gereja-gereja mengadakan perayaan pada malam itu. Orang-orang memperhatikan gua Natal (replika dari kandang domba tempat Yesus lahir, dengan patung-patung Yesus, Maria, Yosef, gembala-gembala dan hewan-hewan) sambil menyanyikan lagu-lagu Natal. Orang-orang dewasa minum eggnog, semacam susu telur madu, yaitu campuran krim, susu, gula, telur kocok dan brandy (semacam minuman beralkohol) atau rum.

Menurut kisahnya, pada malam Natal, Santa Claus menaiki kereta salju penuh hadiah, ditarik oleh delapan ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak di seluruh dunia. Untuk mempersiapkan kunjungan Santa, anak-anak Amerika mendengarkan orangtuanya membacakan The Night Before Christmas (Malam Sebelum Natal) sebelum tidur pada Malam Natal. Puisi tersebut dikarang oleh Clement Moore di tahun 1832.

Dulu, anak-anak menggantungkan stoking atau kaus kaki besar di atas perapian. Santa turun dari cerobong asap dan meninggalkan permen dan hadiah-hadiah dalam kaus kaki itu untuk anak-anak. Kini, tradisi itu tetap diteruskan, namun kaus kakinya digantikan oleh tas kain merah berbentuk kaus kaki. Xmas juga secara tradisi merupakan saat untuk berhenti bertengkar. Hari Raya Natal (Pesta Natal) 25 Desember Hari ini merupakan hari libur keagamaan maupun sekuler. Umat Kristiani merayakan peringatan kelahiran Yesus dari Nazareth.

SEJARAH NATAL
Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kisah Natal berasal dari Perjanjian Baru dari Alkitab. Seorang malaikat menampakkan diri pada para gembala dan memberitahu mereka bahwa Sang Juru Selamat telah lahir ke dalam keluarga Maria dan Yusuf di sebuah kandang domba di Betlehem. Tiga orang bijak dari Timur, yang disebut para majus, mengikuti bintang istimewa yang menuntun mereka kepada bayi Yesus, yang mereka sembah dan beri hadiah emas, kemenyan dan mur.

PERAYAAN NATAL
Karena sebetulnya Natal merupakan hari raya keagamaan, hari tersebut bukan merupakan hari libur resmi. Namun, karena kebanyakan orang Amerika Serikat adalah orang Kristen, hari itu adalah hari di saat kebanyakan bisnis tutup dan hari di mana paling banyak pekerja, termasuk karyawan pemerintah, diliburkan. Pulang ke rumah (termasuk pulang kampung) merupakan kebiasaan yang sangat dihormati. Selain dari tradisi yang sangat bersifat keagamaan, kebanyakan kebiasaan di saat Xmas juga dilakukan oleh orang-orang yang tidak relijius atau tidak memeluk agama Kristen. Biasanya, umat Kristiani merayakan Xmas menurut tradisi gereja mereka masing-masing.
Ada berbagai macam ibadah keagamaan di gereja yang dilakukan oleh keluarga-keluarga sebelum mereka keliling untuk mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman.

NATAL MENURUT TRADISI AMERIKA
Tukar menukar kado
Mengirim kartu ucapan kepada sanak-saudara dan teman-teman. Menjadi populer sejak tahun 1800-an. Lagu-lagu Natal, yang disebut carol, dinyanyikan dan didengarkan selama masa liburan. Menjadi populer sejak tahun 1800-an. Menghias rumah. Kebanyakan orang Amerika menghias pohon Natal, yaitu pohon cemara atau pohon buatan, di rumah-rumah mereka. Lampu-lampu dan lingkaran daun-daunan dari pohon empat musim, mistletoe dan ucapan Selamat Natal diletakkan di dalam dan di luar banyak rumah. Menjadi populer sejak tahun 1800-an.

Makan Malam Natal, seringkali dengan kalkun. Selain itu, banyak yang mengadakan pesta perjamuan persis sebelum dan sesudah Natal.
Santa Claus. Tokoh ini berasal dari kisah lama tentang seorang Santo Kristiani bernama Nikolas dan dari dewa Norwegia yang bernama Odin. Para imigran membawa Bapa Natal atau Santo Nikolas ke Amerika Serikat. Namanya lambat laun berubah menjadi Santa Claus, dari nama Belanda untuk Bapa Natal abad ke-empat, Sinter Claas. Sekalipun asalnya dari mitologi Norwegia sebelum ajaran Kristen, Santa Claus baru menjadi tokoh yang kita kenal sekarang di Amerika Serikat.

Orang Amerika memberikannya janggut berwarna putih, mendandaninya dengan baju merah dan menjadikannya seorang tua yang riang dengan pipi yang merah dan sinar di matanya. Santa Claus adalah tokoh mitos yang dikatakan tinggal di Kutub Utara, di mana beliau membuat mainan sepanjang tahun.

AMAL
Natal juga merupakan saat di mana orang Amerika menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang yang kurang beruntung. Uang dikirimkan ke rumah sakit dan panti asuhan atau dibuat dana khusus untuk membantu fakir miskin.
Christmas secara tradisi merupakan saat untuk menghentikan segala macam pertempuran dan pertikaian.
TUHAN memberkati
(Widjaja)

ZWANI.com - The place for myspace comments, glitters, graphics, backgrounds and codes

Categories: News

ebook katholik

November 13, 2007 1 comment
Categories: ebook Tags: ,

Celana untuk Yesus

November 6, 2007 2 comments

Puisi yang “mengolok-olok” Yesus.

Puisi unik ini adalah karya Joko Pinurbo, seorang dosen Katolik tamatan Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan, Jawa Tengah, yang dikutip dalam majalah Tempo edisi pekan ini.

Tentang Joko, Tempo menulis bahwa dahulu di Seminari Mertoyudan dia sering merenung di antara lapangan basket dan kandang babi. Puisinya berjudul Celana Ibu di bawah ini membuat tertawa para murid yang mendengarnya, yang kebanyakan akan jadi pastor, ketika dibacakannya beberapa waktu lalu dalam sebuah acara sastra masuk sekolah yang diusung Bienale Sastra Utan Kayu.

“Celana Ibu”

Maria sangat sedih menyaksikan anaknya
mati di kayu salib tanpa celana
dan hanya berbalutkan sobekan jubah yang berlumuran darah.
Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit dari mati,
pagi-pagi sekali Maria datang ke kubur anaknya itu,
membawakan celana yang dijahitnya sendiri.
”Paskah?” tanya Maria.
”Pas sekali, Bu,” jawab Yesus gembira.
Mengenakan celana buatan ibunya,
Yesus naik ke surga.

AKU TERKESAN MELIHAT orang Kristen yang secara umum memiliki selera humor lebih baik ketimbang orang Islam. Dalam berbagai kasus, bila dibandingkan dengan umat muslim, jarang terdengar umat nasrani marah ketika agama atau kitabnya disindir atau “diolok-olok” oleh para pelawak, penulis, sastrawan, dan seniman.

Salah satu contoh kasus adalah novel The Da Vinci Code. Novel yang sudah difilmkan ini mengobok-obok iman kristiani dengan menciptakan kisah fiksi bahwa Yesus pernah menikah dan memiliki anak. Penulisnya sendiri, Dan Brown, adalah seorang nasrani. Dan penguasa Vatikan, otoritas tertinggi Katolik, pun ternyata tidak marah. Mereka tidak menggugat buku dan film itu. Paus bisa memahami. Namanya juga cerita fiksi, kata pejabat Vatikan, walaupun ada sekelompok pendeta di luar Vatikan yang ribut belakangan hari. Coba kalau tulisan sejenis dibuat dalam konteks agama Islam, sangat mudah menebak apa yang akan terjadi.

Harus kuakui, secara umum masyarakat nasrani lebih demokratis, cerdas, siap dikritik dan ditertawakan. Dan sebab itulah, salah satu, mereka bisa lebih maju; karena mereka tidak sibuk menjaga dan membela-belain Tuhannya. “Tentu saja, Tuhan kok dibela? Apa nggak terbalik, tuh?” kata orang yang paham.

Lihatlah puisi Celana Ibu di atas, yang justru ditulis oleh seorang Katolik; memelesetkan Hari Paskah dengan ukuran celana Yesus — “Paskah?” tanya Maria, ibunda Yesus; “Pas sekali, Bu,” jawab Yesus.

Entah betul atau tidak, katanya orang-orang cerdas memiliki selera humor tinggi. Dan aku merasa beruntung memiliki kawan-kawan pembaca berselera humor, yang tidak langsung kebakaran jenggot bila agamanya ditertawakan. Contohnya bisa engkau baca di sini, di mana orang-orang Batak beragama Kristen menulis cerita lucu yang justru melecehkan kebatakan dan kekristenan mereka sendiri.

Pernah kupikir-pikir, karakter “pembaca yang bisa memahami” Blog Berita adalah kritis, berdebat dengan logika [tidak asal menyampah dan menyumpah], dan suka humor. Maka orang yang sudah “putus” saraf humornya takkan betah menjadi pembaca blog ini.

Pernahkah membayangkan manusia diciptakan Tuhan tanpa emosi untuk menangis dan tertawa? Kita hanya akan menjadi robot-robot beragama. [www.blogberita.com]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.