Home > News, Post Member > Celana untuk Yesus

Celana untuk Yesus

Puisi yang “mengolok-olok” Yesus.

Puisi unik ini adalah karya Joko Pinurbo, seorang dosen Katolik tamatan Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan, Jawa Tengah, yang dikutip dalam majalah Tempo edisi pekan ini.

Tentang Joko, Tempo menulis bahwa dahulu di Seminari Mertoyudan dia sering merenung di antara lapangan basket dan kandang babi. Puisinya berjudul Celana Ibu di bawah ini membuat tertawa para murid yang mendengarnya, yang kebanyakan akan jadi pastor, ketika dibacakannya beberapa waktu lalu dalam sebuah acara sastra masuk sekolah yang diusung Bienale Sastra Utan Kayu.

“Celana Ibu”

Maria sangat sedih menyaksikan anaknya
mati di kayu salib tanpa celana
dan hanya berbalutkan sobekan jubah yang berlumuran darah.
Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit dari mati,
pagi-pagi sekali Maria datang ke kubur anaknya itu,
membawakan celana yang dijahitnya sendiri.
”Paskah?” tanya Maria.
”Pas sekali, Bu,” jawab Yesus gembira.
Mengenakan celana buatan ibunya,
Yesus naik ke surga.

AKU TERKESAN MELIHAT orang Kristen yang secara umum memiliki selera humor lebih baik ketimbang orang Islam. Dalam berbagai kasus, bila dibandingkan dengan umat muslim, jarang terdengar umat nasrani marah ketika agama atau kitabnya disindir atau “diolok-olok” oleh para pelawak, penulis, sastrawan, dan seniman.

Salah satu contoh kasus adalah novel The Da Vinci Code. Novel yang sudah difilmkan ini mengobok-obok iman kristiani dengan menciptakan kisah fiksi bahwa Yesus pernah menikah dan memiliki anak. Penulisnya sendiri, Dan Brown, adalah seorang nasrani. Dan penguasa Vatikan, otoritas tertinggi Katolik, pun ternyata tidak marah. Mereka tidak menggugat buku dan film itu. Paus bisa memahami. Namanya juga cerita fiksi, kata pejabat Vatikan, walaupun ada sekelompok pendeta di luar Vatikan yang ribut belakangan hari. Coba kalau tulisan sejenis dibuat dalam konteks agama Islam, sangat mudah menebak apa yang akan terjadi.

Harus kuakui, secara umum masyarakat nasrani lebih demokratis, cerdas, siap dikritik dan ditertawakan. Dan sebab itulah, salah satu, mereka bisa lebih maju; karena mereka tidak sibuk menjaga dan membela-belain Tuhannya. “Tentu saja, Tuhan kok dibela? Apa nggak terbalik, tuh?” kata orang yang paham.

Lihatlah puisi Celana Ibu di atas, yang justru ditulis oleh seorang Katolik; memelesetkan Hari Paskah dengan ukuran celana Yesus — “Paskah?” tanya Maria, ibunda Yesus; “Pas sekali, Bu,” jawab Yesus.

Entah betul atau tidak, katanya orang-orang cerdas memiliki selera humor tinggi. Dan aku merasa beruntung memiliki kawan-kawan pembaca berselera humor, yang tidak langsung kebakaran jenggot bila agamanya ditertawakan. Contohnya bisa engkau baca di sini, di mana orang-orang Batak beragama Kristen menulis cerita lucu yang justru melecehkan kebatakan dan kekristenan mereka sendiri.

Pernah kupikir-pikir, karakter “pembaca yang bisa memahami” Blog Berita adalah kritis, berdebat dengan logika [tidak asal menyampah dan menyumpah], dan suka humor. Maka orang yang sudah “putus” saraf humornya takkan betah menjadi pembaca blog ini.

Pernahkah membayangkan manusia diciptakan Tuhan tanpa emosi untuk menangis dan tertawa? Kita hanya akan menjadi robot-robot beragama. [www.blogberita.com]

  1. Lucky
    April 16, 2008 at 6:44 am

    check dis out bros..
    http://www.radityadika.com

  2. nana
    February 16, 2010 at 7:05 am

    wakakkak….lucu-lucu

    tapi awas lho jgn sebut merek tit………

    ntar malah marah lho,,,,

    website ini kan bisa di baca sapa aja….

    awas di tuntut lho….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: